Birdby LogoBirdby
Jalak Kebo (Acridotheres tristis)

Jalak Kebo

Least Concern

Acridotheres tristis

Melihat burung? Identifikasi seketika dengan aplikasi Birdby

Buka aplikasi

Tentang

Jalak Kebo, juga dikenal sebagai Common Myna, adalah burung pengicau berukuran sedang yang berasal dari Asia. Burung ini dikenal karena adaptasinya yang luar biasa terhadap lingkungan perkotaan dan pertanian, serta kemampuannya untuk meniru suara. Jalak Kebo adalah spesies invasif di banyak bagian dunia karena sifatnya yang agresif dan persaingannya dengan spesies asli.

Ukuran dan masa hidup

Panjang
23-26 cm
Bentang sayap
31-37 cm
Berat
82-143 g
Masa hidup
4-12 tahun di alam liar
Makanan
Omnivora

Ciri fisik

Bulu
Tubuh sebagian besar berwarna coklat gelap, dengan kepala dan leher hitam mengkilap. Perut bagian bawah berwarna coklat muda hingga putih. Terdapat bercak putih mencolok pada sayap yang terlihat jelas saat terbang, serta ujung ekor berwarna putih. Bulu di sekitar mata berwarna kuning cerah dan tidak berbulu.
Bentuk paruh
Paruh kuat, runcing, berwarna kuning cerah hingga oranye-kuning.
Warna mata
Coklat gelap hingga merah-coklat.
Warna kaki
Kuning cerah.
Ciri pembeda
Bercak kuning cerah di sekitar mata yang tidak berbulu, paruh dan kaki kuning cerah, serta bercak putih besar pada sayap yang terlihat saat terbang.
Penampilan muda
Burung muda memiliki warna yang lebih kusam dibandingkan dewasa, dengan kepala dan leher yang lebih coklat daripada hitam mengkilap. Bercak kuning di sekitar mata mungkin kurang intens.
Perubahan musiman
Tidak ada perubahan bulu musiman yang signifikan.
Dimorfisme seksual
Tidak ada perbedaan mencolok antara jantan dan betina dalam hal penampilan bulu. Jantan mungkin sedikit lebih besar.

Cara identifikasi

  1. 1

    Warna Bulu

    Cari kombinasi kepala hitam, tubuh coklat gelap, dan perut bawah coklat muda/putih.

  2. 2

    Bercak Kuning di Mata

    Perhatikan bercak kulit kuning cerah yang tidak berbulu di sekitar mata. Ini adalah ciri khas yang sangat membantu.

  3. 3

    Paruh dan Kaki

    Paruh dan kaki berwarna kuning cerah yang kontras dengan bulu gelap.

  4. 4

    Bercak Sayap Putih

    Saat terbang, cari bercak putih besar yang mencolok pada bagian primer sayap.

  5. 5

    Suara

    Dengarkan kicauan yang bervariasi, serak, dan seringkali meniru suara lain. Mereka sering berisik dalam kelompok.

  6. 6

    Perilaku

    Sering terlihat berjalan di tanah di area terbuka, mencari makan, atau bertengger di kabel listrik dan atap bangunan.

Habitat dan persebaran

Bioma
Hutan terbuka, padang rumput, lahan pertanian, perkotaan, pinggiran kota.
Persebaran geografis
Asli di Asia (Timur Tengah hingga Asia Tenggara). Diperkenalkan secara luas di banyak bagian dunia termasuk Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Amerika Utara, dan berbagai pulau Pasifik dan Atlantik.
Rentang ketinggian
Dari permukaan laut hingga sekitar 3000 meter.
Lingkungan yang disukai
Sangat menyukai habitat yang dimodifikasi manusia seperti taman, kebun, area pertanian, dan pusat kota. Mereka membutuhkan pohon atau struktur tinggi untuk bertengger dan bersarang.

Perilaku

Waktu aktivitas
Diurnal (aktif di siang hari).
Kebiasaan makan
Mencari makan di tanah, memakan serangga (belalang, jangkrik, kumbang), cacing tanah, buah-buahan (beri, ceri), biji-bijian, nektar, dan sisa makanan manusia. Mereka juga dapat memangsa telur dan anak burung lain.
Perilaku sosial
Sangat sosial, sering terlihat dalam kelompok kecil atau kawanan besar, terutama saat mencari makan atau bertengger komunal di malam hari. Mereka bisa sangat agresif terhadap burung lain, terutama di sekitar sumber makanan atau lokasi sarang.
Pola terbang
Terbang lurus dan kuat dengan kepakan sayap yang cepat. Bercak putih pada sayap sangat terlihat saat terbang.
Pola migrasi
Sebagian besar adalah burung penetap (residen) di seluruh wilayah jelajahnya. Tidak melakukan migrasi jarak jauh.
Teritorialitas
Sangat teritorial, terutama selama musim kawin. Mereka akan mempertahankan sarang dan sumber makanan dari burung lain, termasuk spesies yang lebih besar.

Kicauan dan suara

Kicauan
Lagu Jalak Kebo adalah campuran yang bervariasi dari kicauan, siulan, geraman, dan suara serak. Mereka juga dikenal meniru suara burung lain dan bahkan suara manusia.
Panggilan
Panggilan umum termasuk 'chek-chek' yang keras, 'krrraak' yang serak, dan berbagai siulan yang melodis. Mereka sering membuat suara bising saat dalam kelompok.
Kapan bersuara
Sering vokal sepanjang hari, terutama saat fajar dan senja, serta saat berinteraksi dalam kelompok.

Reproduksi

Musim kawin
Bervariasi tergantung lokasi geografis, tetapi umumnya terjadi selama musim hangat atau musim hujan. Di daerah tropis, bisa sepanjang tahun dengan puncak aktivitas.
Kebiasaan bersarang
Membangun sarang yang besar dan berantakan dari ranting, rumput, daun, sampah, dan bahan buatan manusia di lubang pohon, celah bangunan, atau kotak sarang. Kedua induk membangun sarang.
Jumlah telur
3-6 telur, rata-rata 4-5.
Deskripsi telur
Telur berwarna biru kehijauan polos, tanpa bintik. Ukuran sekitar 30 x 22 mm.
Masa inkubasi
17-18 hari.
Masa terbang
20-32 hari setelah menetas.
Perawatan orang tua
Kedua induk mengerami telur dan memberi makan anak-anaknya. Anak burung tetap bergantung pada induknya selama beberapa waktu setelah meninggalkan sarang.

Di mana ditemukan

Perkotaan dan Pinggiran Kota

Taman kota, kebun, area perumahan, pusat perbelanjaan, dan area industri.

Lahan Pertanian

Ladang, kebun buah, dan area pertanian lainnya.

Area Terbuka

Padang rumput, tepi hutan, dan area dengan pohon-pohon yang tersebar.

Tips lapangan

  1. Perhatikan di Area Terbuka. Jalak Kebo sering mencari makan di tanah di area terbuka seperti halaman rumput, lapangan, atau pinggir jalan.
  2. Dengarkan Suaranya. Suara mereka yang bervariasi dan seringkali berisik dapat membantu melokalisasi keberadaan mereka, terutama saat fajar dan senja.
  3. Cari Kawanan. Mereka adalah burung sosial dan sering terlihat dalam kelompok, terutama saat bertengger komunal di malam hari.
  4. Perhatikan Perilaku Agresif. Jika Anda melihat burung yang secara agresif mengusir burung lain dari sumber makanan atau lokasi sarang, kemungkinan itu adalah Jalak Kebo.

Spesies serupa

Jalak Suren

Gracupica contra

Jalak Suren memiliki pola hitam-putih yang kontras pada bulunya, tanpa warna coklat. Tidak memiliki bercak kuning di sekitar mata yang tidak berbulu seperti Jalak Kebo.

Jalak Tungging-api

Acridotheres javanicus

Jalak Tungging-api (Javan Myna) memiliki bulu yang lebih gelap secara keseluruhan, seringkali hitam keabu-abuan, dan tidak memiliki bercak putih besar pada sayap yang mencolok seperti Jalak Kebo. Bercak kuning di sekitar mata Jalak Tungging-api juga lebih kecil atau tidak ada.

Jalak Kerbau

Acridotheres grandis

Jalak Kerbau (Great Myna) lebih besar dan memiliki jambul yang lebih menonjol di dahi. Warna bulunya lebih hitam mengkilap dan bercak putih pada sayapnya lebih kecil atau tidak ada dibandingkan Jalak Kebo.

Fakta singkat

Status Invasif:
Dianggap sebagai salah satu dari 100 spesies invasif terburuk di dunia oleh IUCN.
Adaptasi:
Sangat adaptif terhadap lingkungan yang dimodifikasi manusia.
Diet Fleksibel:
Omnivora, memakan hampir semua yang tersedia.
Vokalisasi:
Memiliki repertoar vokal yang luas dan kemampuan meniru.

Fakta menarik

  • Nama 'Myna' berasal dari kata Hindi 'maina' yang berarti burung pengicau.
  • Jalak Kebo sering terlihat mengikuti ternak atau mesin pertanian untuk menangkap serangga yang terganggu.
  • Di beberapa daerah, mereka digunakan sebagai hewan peliharaan karena kemampuan mereka meniru suara manusia.
  • Meskipun dianggap hama di banyak tempat, di habitat aslinya, mereka memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai pemakan serangga.

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan
Animalia
Filum
Chordata
Kelas
Aves
Ordo
Passeriformes
Famili
Sturnidae
Genus
Acridotheres
Spesies
Acridotheres tristis

Jelajahi Jalak Kebo

Identifikasi burung di mana saja

Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto & suara, database spesies lengkap, dan daftar pribadi Anda.

Buka di aplikasi