Melihat burung? Identifikasi seketika dengan aplikasi Birdby
Buka aplikasiTentang
Kakatua Putih adalah spesies burung kakatua berukuran besar yang dicirikan oleh keseluruhan bulu putih bersih dan jambul besar yang dapat ditegakkan, berbentuk seperti payung. Mereka memiliki paruh hitam keabu-abuan yang kuat dan kaki berwarna abu-abu gelap.
Ukuran dan masa hidup
- Panjang
- 45-50 cm
- Bentang sayap
- 80-100 cm
- Berat
- 400-800 gram
- Masa hidup
- 60-80 tahun di penangkaran, kurang di alam liar
- Makanan
- Omnivora, terutama memakan biji-bijian, kacang-kacangan, beri, buah-buahan, kuncup, bunga, serta serangga dan larvanya.
Ciri fisik
- Bulu
- Bulu mayoritas berwarna putih bersih. Terdapat sedikit warna kuning di bagian bawah bulu sayap dan ekor yang hanya terlihat saat terbang atau saat jambul ditegakkan sepenuhnya.
- Bentuk paruh
- Paruh besar, melengkung kuat, dan berwarna abu-abu kehitaman.
- Warna mata
- Iris mata coklat gelap pada jantan, coklat kemerahan pada betina. Cincin periokular putih atau abu-abu pucat.
- Warna kaki
- Kaki berwarna abu-abu gelap.
- Ciri pembeda
- Jambul jambul besar, putih, berbentuk seperti payung atau kipas yang dapat ditegakkan tegak lurus saat gembira, marah, atau ketakutan.
- Penampilan muda
- Burung muda mirip dengan dewasa, tetapi memiliki iris mata lebih gelap dan jambul mungkin kurang berkembang atau lebih pendek.
- Perubahan musiman
- Tidak ada perubahan bulu musiman yang signifikan.
- Dimorfisme seksual
- Jantan dan betina terlihat serupa, tetapi betina umumnya memiliki iris mata berwarna coklat kemerahan, sedangkan jantan memiliki iris coklat gelap.
Cara identifikasi
- 1
Warna Bulu
Seluruh tubuh putih bersih adalah ciri paling menonjol. Perhatikan kurangnya warna lain (seperti kuning atau pink) pada bulu tubuh.
- 2
Jambul
Jambulnya besar, lebar, dan seluruhnya putih, dapat ditegakkan tegak lurus membentuk seperti payung saat gembira atau terkejut.
- 3
Iris Mata
Coklat gelap pada jantan, coklat kemerahan pada betina. Cincin periokular putih atau abu-abu pucat.
- 4
Suara
Suara pekikan keras, nyaring, dan melengking adalah petunjuk yang baik, terutama saat mereka terbang di atas kepala.
Habitat dan persebaran
- Bioma
- Hutan hujan tropis dataran rendah, hutan rawa, hutan bakau, serta kawasan budidaya dan kebun.
- Persebaran geografis
- Endemik di Indonesia bagian timur, khususnya di Kepulauan Maluku Utara (Halmahera, Bacan, Ternate, Tidore, Kasiruta, Mandioli, dan Kepulauan Obi serta Morotai).
- Rentang ketinggian
- Umumnya ditemukan dari permukaan laut hingga 900 meter.
- Lingkungan yang disukai
- Lebih menyukai hidup di tepi hutan, hutan yang terganggu, dan daerah yang berdekatan dengan sumber air. Mereka beradaptasi dengan baik di habitat yang dimodifikasi manusia.
Perilaku
- Waktu aktivitas
- Diurnal, paling aktif di pagi hari dan sore menjelang senja. Menghabiskan waktu siang hari untuk bertengger atau mencari makan.
- Kebiasaan makan
- Makan di tajuk pohon, sering bergerak dari satu area ke area lain mencari makanan. Menggunakan paruhnya yang kuat untuk membuka biji dan kacang-kacangan. Terkadang makan di tanah.
- Perilaku sosial
- Sangat sosial, sering terlihat dalam kelompok besar, terutama saat mencari makan dan saat bertengger komunal. Pasangan berkembang biak akan menyendiri saat bersarang.
- Pola terbang
- Terbang dengan kepakan sayap yang kuat namun tidak terlalu cepat, sering meluncur dalam jarak pendek. Sering terlihat terbang di atas kanopi hutan dalam kelompok kecil atau besar.
- Pola migrasi
- Non-migran; mereka adalah burung penetap di habitat aslinya. Namun, mereka dapat melakukan pergerakan lokal untuk mencari makanan.
- Teritorialitas
- Tidak terlalu teritorial di luar musim kawin, tetapi pasangan bersarang akan mempertahankan area sekitar sarangnya.
Kicauan dan suara
- Kicauan
- Tidak memiliki 'lagu' dalam arti tradisional. Vokalisasi utama adalah seruan keras yang nyaring dan melengking.
- Panggilan
- Seruan keras dan melengking (misalnya 'whaaack!' atau 'raaak'), sering diulang-ulang. Juga mengeluarkan suara geraman, desis, dan pekikan. Rentan menirukan suara.
- Kapan bersuara
- Paling vokal saat fajar dan senja, serta saat berkomunikasi dalam kelompok atau saat merasa terancam.
Reproduksi
- Musim kawin
- Berkisar dari Agustus hingga Desember, tergantung lokasi dan ketersediaan makanan.
- Kebiasaan bersarang
- Pasangan monogami. Bersarang di lubang pohon mati yang tinggi atau cabang pohon besar, seringkali dekat dengan sumber air.
- Jumlah telur
- Biasanya 2-3 telur.
- Deskripsi telur
- Telur berwarna putih, bulat oval.
- Masa inkubasi
- Sekitar 28-30 hari, dilakukan oleh kedua induk.
- Masa terbang
- Anakan meninggalkan sarang sekitar 10-14 minggu setelah menetas. Anakan tetap bersama induknya untuk beberapa waktu setelahnya.
- Perawatan orang tua
- Kedua induk mengerami telur dan merawat anakan. Mereka terus memberi makan anakan bahkan setelah meninggalkan sarang.
Di mana ditemukan
Hutan Dataran Rendah
Terutama di tepi hutan primer dan sekunder di dataran rendah.
Area Budidaya dan Perkebunan
Sering ditemukan di area pertanian dan kebun yang berdekatan dengan sisa-sisa hutan.
Taman Nasional dan Cagar Alam
Di kawasan lindung di Kepulauan Maluku Utara, seperti Taman Nasional Aketajawe-Lolobata di Halmahera.
Tips lapangan
- Dengarkan Suara. Pekikan keras mereka seringkali menjadi cara pertama untuk mendeteksi keberadaan Kakatua Putih jauh sebelum mereka terlihat.
- Cari Kelompok. Mereka adalah burung sosial, jadi perhatikan keberadaan kelompok burung di puncak pohon, terutama saat fajar dan senja.
- Periksa Pohon Buah. Mereka sering mengunjungi pohon yang sedang berbuah atau berbunga untuk mencari makan.
- Waktu Optimal. Pagi hari setelah matahari terbit dan sore hari menjelang matahari terbenam adalah waktu terbaik untuk pengamatan, saat mereka paling aktif mencari makan atau kembali ke tempat bertengger.
Spesies serupa
Kakatua Jambul Kuning
Cacatua sulphurea
Memiliki jambul berwarna kuning cerah dan bercak kuning di pipi. Ukuran tubuhnya lebih kecil dari Kakatua Putih.
Kakatua Maluku
Cacatua moluccensis
Memiliki bulu berwarna merah muda pucat di bagian bawah jambul dan bulu penutup sayap, serta bercak oranye-merah muda di bawah sayap dan ekor yang terlihat saat terbang. Jambulnya berwarna oranye-salmon.
Fakta singkat
- Status Konservasi:
- Genting (Endangered)
- Endemisme:
- Maluku Utara, Indonesia
- Kemampuan Bicara:
- Dapat menirukan suara manusia dengan sangat baik
- Paruh Kuat:
- Paruhnya mampu memecahkan kacang-kacangan yang sangat keras
Fakta menarik
- Kakatua Putih adalah salah satu dari sedikit spesies kakatua yang jambulnya sepenuhnya putih.
- Mereka dikenal dengan tingkat kecerdasan yang tinggi dan kemampuan belajar yang luar biasa, itulah sebabnya mereka populer sebagai hewan peliharaan (meskipun ilegal diperdagangkan tanpa izin).
- Ketika merasa terkejut atau gembira, mereka akan menegakkan jambulnya yang besar sebagai bentuk ekspresi.
- Mereka memainkan peran ekologis dalam penyebaran biji di habitatnya.
Klasifikasi ilmiah
- Kerajaan
- Animalia
- Filum
- Chordata
- Kelas
- Aves
- Ordo
- Psittaciformes
- Famili
- Cacatuidae
- Genus
- Cacatua
- Spesies
- Cacatua alba
Jelajahi Kakatua Putih (Kakatua Payung)
Identifikasi burung di mana saja
Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto & suara, database spesies lengkap, dan daftar pribadi Anda.
