Birdby LogoBirdby
Kakatua Jambul Merah (Cacatua haematuropygia)

Kakatua Jambul Merah

Terancam Punah Kritis (Critically Endangered) menurut IUCN.

Cacatua haematuropygia

Melihat burung? Identifikasi seketika dengan aplikasi Birdby

Buka aplikasi

Tentang

Kakatua Jambul Merah adalah spesies kakatua berukuran sedang yang endemik di Filipina. Burung ini memiliki bulu dominan putih dengan bercak merah muda kemerahan yang mencolok di bagian bawah pangkal ekor (vent) dan kuning pucat di bagian bawah sayap dan ekor. Kakatua ini dikenal karena kecerdasannya dan kemampuan meniru suara. Status konservasinya sangat terancam punah di alam liar, terutama karena penangkapan liar untuk perdagangan hewan peliharaan dan hilangnya habitat.

Ukuran dan masa hidup

Panjang
30-31 cm
Bentang sayap
55-60 cm
Berat
250-300 g
Masa hidup
Hingga 50 tahun di penangkaran, lebih pendek di alam liar.
Makanan
Herbivora; memakan biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, bunga, pucuk muda, dan nektar. Juga diketahui memakan biji-bijian sereal dari lahan pertanian.

Ciri fisik

Bulu
Sebagian besar bulunya berwarna putih bersih. Jambulnya pendek dan tegak, juga berwarna putih. Ciri khasnya adalah bercak merah muda kemerahan yang cerah di bulu bagian bawah pangkal ekor (vent). Ada semburat kuning pucat pada bagian bawah sayap dan bulu ekor bagian bawah yang terlihat saat terbang atau sayap direntangkan.
Bentuk paruh
Paruh besar, melengkung kuat, dan berwarna abu-abu gelap kehitaman.
Warna mata
Iris berwarna coklat gelap pada jantan, coklat kemerahan pada betina. Cincin mata (kulit tanpa bulu) berwarna putih kebiruan pucat.
Warna kaki
Abu-abu gelap.
Ciri pembeda
Bercak merah muda kemerahan pada pangkal ekor bawah adalah ciri paling khas. Ukurannya relatif kecil dibandingkan kakatua putih lainnya. Jambulnya tidak terlalu besar atau melengkung ke belakang seperti beberapa spesies kakatua lain.
Penampilan muda
Mirip dengan dewasa, tetapi bercak merah muda di vent mungkin kurang intens atau lebih kecil. Iris mata mungkin lebih gelap atau keabu-abuan pada usia sangat muda.
Perubahan musiman
Tidak ada perubahan bulu musiman yang signifikan. Warna bercak merah muda mungkin sedikit lebih cerah selama musim kawin.
Dimorfisme seksual
Sedikit dimorfisme seksual. Jantan dan betina terlihat sangat mirip dalam hal bulu. Perbedaan utama adalah warna iris mata (coklat gelap pada jantan, coklat kemerahan pada betina). Betina cenderung sedikit lebih kecil.

Cara identifikasi

  1. 1

    Bercak Merah Muda di Vent

    Ini adalah ciri identifikasi paling penting. Cari warna merah muda kemerahan yang mencolok di bawah pangkal ekornya, terutama saat burung mengangkat ekornya atau terbang.

  2. 2

    Ukuran dan Warna Keseluruhan

    Perhatikan ukurannya yang relatif kecil untuk kakatua (sekitar 30-31 cm) dan bulu putih bersih secara keseluruhan, tanpa warna kuning di jambul atau pipi.

  3. 3

    Jambul

    Jambulnya putih, relatif pendek, dan tidak sebesar atau melengkung dramatis seperti spesies kakatua putih lainnya.

  4. 4

    Vokalisasi

    Dengarkan pekikan serak dan parau yang khas. Mereka seringkali sangat vokal, terutama saat terbang atau dalam kelompok.

Habitat dan persebaran

Bioma
Hutan dataran rendah, hutan bakau, hutan tepi sungai, lahan pertanian berhutan, dan terkadang daerah pesisir dengan pohon-pohon besar.
Persebaran geografis
Endemik di Filipina. Dahulu tersebar luas di seluruh kepulauan, kini populasinya sangat terfragmentasi dan terbatas pada beberapa pulau seperti Palawan, Sulu, Tawi-Tawi, Mindanao, dan Panay, dengan populasi terbesar saat ini di Palawan.
Rentang ketinggian
Umumnya ditemukan di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter di atas permukaan laut.
Lingkungan yang disukai
Sangat menyukai habitat di dekat sumber air dan area dengan pohon-pohon tinggi untuk bertengger dan bersarang, seringkali di tepi hutan atau area berhutan yang berdekatan dengan lahan terbuka atau pertanian.

Perilaku

Waktu aktivitas
Diurnal, paling aktif di pagi hari dan sore hari. Menghabiskan sebagian besar waktu siang hari untuk mencari makan, bersosialisasi, dan beristirahat.
Kebiasaan makan
Mencari makan di pohon dan semak-semak, serta di lahan pertanian. Menggunakan paruh kuatnya untuk memecah biji dan kacang-kacangan. Juga terlihat memakan buah-buahan lunak dan nektar. Dapat menjadi hama pertanian di beberapa daerah.
Perilaku sosial
Sangat sosial, biasanya terlihat berpasangan atau dalam kelompok kecil, meskipun kelompok yang lebih besar dapat terbentuk di lokasi bertengger atau sumber makanan yang melimpah. Membentuk ikatan pasangan yang kuat.
Pola terbang
Penerbangan langsung, kuat, dengan kepakan sayap yang cepat dan dangkal. Sering terbang berpasangan atau dalam kelompok kecil. Terdengar berisik saat terbang.
Pola migrasi
Tidak bermigrasi. Bersifat residen (menetap) di wilayah jelajahnya, meskipun dapat melakukan pergerakan lokal untuk mencari makanan.
Teritorialitas
Pasangan yang bersarang akan mempertahankan sarangnya, tetapi di luar musim kawin, mereka kurang teritorial dan dapat bergabung dengan kelompok lain.

Kicauan dan suara

Kicauan
Tidak memiliki 'lagu' yang rumit. Vokalisasi utamanya adalah berbagai jenis pekikan dan jeritan yang keras dan melengking.
Panggilan
Pekikan serak dan parau, sering diulang-ulang. 'Kraa-ak' atau 'ka-rak'. Juga menghasilkan suara 'ki-yer' yang lebih lembut saat bersosialisasi. Alarm call-nya sangat keras dan tajam.
Kapan bersuara
Paling vokal saat terbang, saat berinteraksi dengan sesama kakatua, dan saat merasa terancam. Sering mengeluarkan suara di pagi dan sore hari di tempat bertengger.

Reproduksi

Musim kawin
Bervariasi di seluruh wilayah jelajahnya, tetapi umumnya dari Maret hingga Juli.
Kebiasaan bersarang
Bersarang di lubang pohon mati atau lubang alami di pohon-pohon tinggi yang berdekatan dengan lahan terbuka atau lahan pertanian. Sering menggunakan lubang sarang yang sama dari tahun ke tahun.
Jumlah telur
Biasanya 2-3 telur.
Deskripsi telur
Telur berwarna putih, berbentuk oval.
Masa inkubasi
Sekitar 24-28 hari, dierami oleh kedua induk.
Masa terbang
Anak burung meninggalkan sarang sekitar 9-10 minggu setelah menetas.
Perawatan orang tua
Kedua induk merawat anak-anaknya, memberi makan dan melindungi mereka hingga mandiri.

Di mana ditemukan

Taman Nasional dan Cagar Alam

Taman Nasional Puerto Princesa Subterranean River dan El Nido di Palawan adalah beberapa lokasi terbaik di mana upaya konservasi sedang berlangsung dan ada peluang untuk melihat mereka.

Hutan Dataran Rendah dan Mangrove

Cari di area hutan dataran rendah, terutama yang berdekatan dengan pantai atau sungai, termasuk hutan bakau, di pulau-pulau yang disebutkan di atas.

Lahan Pertanian Berhutan

Terkadang terlihat mencari makan di lahan pertanian yang berdekatan dengan area berhutan, di mana mereka dapat menemukan sumber makanan.

Tips lapangan

  1. Pergi dengan Pemandu Lokal. Karena kelangkaannya dan sifatnya yang pemalu, menyewa pemandu lokal yang berpengalaman dalam melacak burung ini sangat direkomendasikan. Mereka tahu lokasi bertengger dan mencari makan favorit.
  2. Waktu Terbaik. Cari di pagi hari segera setelah matahari terbit atau sore hari menjelang matahari terbenam, saat mereka paling aktif mencari makan dan bergerak ke tempat bertengger.
  3. Dengarkan Suaranya. Seringkali lebih mudah mendengar Kakatua Jambul Merah sebelum melihatnya. Suara mereka yang keras dan serak akan menarik perhatian Anda.
  4. Gunakan Teropong. Burung ini mungkin bertengger di pohon tinggi, jadi teropong sangat penting untuk identifikasi yang jelas, terutama untuk melihat bercak merah muda di vent.

Spesies serupa

Kakatua Putih

Cacatua alba

Kakatua Putih (Kakatua Payung) jauh lebih besar (sekitar 45-50 cm), memiliki jambul besar yang melengkung ke belakang seperti payung, dan tidak memiliki bercak merah muda di vent. Seluruh bulunya putih bersih.

Kakatua Kecil Jambul Kuning

Cacatua sulphurea

Kakatua Kecil Jambul Kuning (Yellow-crested Cockatoo) memiliki jambul berwarna kuning cerah dan bercak kuning di pipi. Ukurannya mirip, tetapi Kakatua Jambul Merah tidak memiliki warna kuning di jambul atau pipi.

Fakta singkat

Status Konservasi:
Terancam Punah Kritis
Endemisme:
Filipina
Ciri Khas:
Bercak merah muda di bagian bawah pangkal ekor
Nama Lokal:
Katala

Fakta menarik

  • Kakatua Jambul Merah adalah salah satu spesies kakatua paling terancam di dunia.
  • Proyek konservasi telah berhasil meningkatkan populasi di beberapa lokasi, seperti di Palawan.
  • Dikenal karena kecerdasannya dan dapat belajar meniru ucapan manusia di penangkaran.
  • Di beberapa budaya lokal, burung ini dianggap sebagai penjaga hutan.

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan
Animalia
Filum
Chordata
Kelas
Aves
Ordo
Psittaciformes
Famili
Cacatuidae
Genus
Cacatua
Spesies
Cacatua haematuropygia

Jelajahi Kakatua Jambul Merah

Identifikasi burung di mana saja

Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto & suara, database spesies lengkap, dan daftar pribadi Anda.

Buka di aplikasi