Melihat burung? Identifikasi seketika dengan aplikasi Birdby
Buka aplikasiTentang
Elang Tikus adalah raptor berukuran kecil hingga sedang dengan bulu sebagian besar putih dan abu-abu, dengan ciri khas bercak hitam mencolok di bahu. Mereka dikenal karena gaya berburu melayang ('kiting') di udara, mirip dengan alap-alap, untuk mencari mangsa di padang rumput dan lahan terbuka.
Ukuran dan masa hidup
- Panjang
- 30-37 cm
- Bentang sayap
- 75-93 cm
- Berat
- 190-340 gram
- Masa hidup
- Sekitar 4-6 tahun di alam liar, bisa lebih lama di penangkaran.
- Makanan
- Hampir seluruhnya memangsa hewan pengerat kecil, terutama tikus. Kadang-kadang juga memangsa serangga besar, kadal, dan burung kecil.
Ciri fisik
- Bulu
- Dewasa memiliki bulu putih bersih di bagian bawah dan kepala, abu-abu pucat di punggung dan sayap atas. Bercak hitam mencolok di bahu dan ujung sayap primer hitam. Ekor berwarna putih. Jantan dan betina memiliki pola warna serupa.
- Bentuk paruh
- Paruh kecil, melengkung dan tajam, berwarna hitam dengan pangkal kuning atau kelabu.
- Warna mata
- Mata merah cerah pada dewasa, dikelilingi oleh area hitam seperti 'topeng'.
- Warna kaki
- Kaki dan cakar berwarna kuning cerah, dengan cakar hitam.
- Ciri pembeda
- Bercak hitam di bahu dan mata merah cerah adalah ciri khas. Gaya terbang melayang di tempat yang unik juga sangat membantu identifikasi.
- Penampilan muda
- Burung muda memiliki bercak kecoklatan di dada dan sayap atas, serta garis-garis samar di kepala dan punggung. Mata mereka berwarna oranye kekuningan dan cenderung menjadi merah saat dewasa. Bercak bahu hitam kurang kontras dan mungkin terlihat kehitaman bercampur kecoklatan.
- Perubahan musiman
- Tidak ada perubahan bulu musiman yang mencolok.
- Dimorfisme seksual
- Tidak ada dimorfisme seksual yang signifikan dalam warna bulu. Betina mungkin sedikit lebih besar dan berat daripada jantan, tetapi perbedaannya minimal.
Cara identifikasi
- 1
Postur Terbang
Perhatikan gaya hovering (melayang di tempat) yang khas dengan kepakan sayap yang cepat dan posisi ekor sedikit mengipasi. Saat meluncur, sayap dipegang dalam bentuk 'V' dangkal.
- 2
Warna Bulu
Bercak hitam mencolok di bahu adalah penanda kunci pada individu dewasa. Bagian bawah putih bersih dan punggung abu-abu pucat. Ujung sayap primer juga hitam.
- 3
Warna Mata
Mata merah menyala pada burung dewasa, dikelilingi oleh 'topeng' hitam kecil, sangat membedakannya.
- 4
Ukuran
Ini adalah raptor berukuran kecil atau sedang, lebih kecil dari kebanyakan elang lain, seukuran merpati besar atau gagak.
- 5
Panggilan
Siulan bernada tinggi yang diulang-ulang 'whee-whee' atau 'kweep-kweep'.
Habitat dan persebaran
- Bioma
- Padang rumput, savana, lahan pertanian, semak belukar, lahan basah (terutama di pinggirnya), dan daerah terbuka dengan pohon yang tersebar.
- Persebaran geografis
- Tersebar luas di Afrika (sub-Sahara), Eropa Selatan, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara (termasuk Indonesia), dan Australia.
- Rentang ketinggian
- Ditemukan dari permukaan laut hingga ketinggian 3.000 meter, meskipun lebih umum di dataran rendah dan perbukitan.
- Lingkungan yang disukai
- Lebih menyukai daerah terbuka dengan vegetasi rendah untuk mencari mangsa dan beberapa pohon tinggi atau tiang untuk bertengger dan bersarang.
Perilaku
- Waktu aktivitas
- Diurnal, aktif berburu dari pagi hingga sore.
- Kebiasaan makan
- Berburu terutama pada siang hari. Mereka sering melayang di tempat (hovering) pada ketinggian 10-30 meter di atas tanah, memindai mangsa. Setelah melihat mangsa, mereka akan menukik dengan cepat dan menangkapnya dengan cakarnya. Kadang juga berburu dari tenggeran.
- Perilaku sosial
- Umumnya soliter atau berpasangan. Kadang-kadang dapat terlihat dalam kelompok kecil di tempat bertengger komunal saat tidak berbiak.
- Pola terbang
- Penerbangan ringan dan anggun dengan kepakan sayap yang dalam dan kuat. Ciri khas adalah melayang di tempat untuk berburu. Saat meluncur, sayap dipegang dalam bentuk 'V' dangkal.
- Pola migrasi
- Sebagian besar populasi adalah penghuni tetap (residen). Namun, beberapa populasi di pinggiran jangkauannya atau di daerah dengan variasi musim yang ekstrem mungkin menunjukkan pergerakan lokal atau migrasi jarak pendek untuk mencari makanan.
- Teritorialitas
- Pasangan yang berbiak akan mempertahankan wilayah di sekitar sarangnya, tetapi tidak terlalu agresif terhadap individu lain di luar musim kawin.
Kicauan dan suara
- Kicauan
- Tidak memiliki 'lagu' sejati. Vokalisasi utamanya adalah panggilan serak atau siulan.
- Panggilan
- Panggilan utama adalah siulan bernada tinggi, melengking yang terdengar seperti 'whee-whee' atau 'kweep-kweep'. Seringkali diulang-ulang. Ada juga panggilan alarm berupa 'ki-ki-ki' yang tajam saat merasa terancam atau di sekitar sarang.
- Kapan bersuara
- Paling vokal saat berbiak, saat mendekati sarang, atau saat berinteraksi dengan pasangannya. Panggilan alarm dikeluarkan saat gangguan.
Reproduksi
- Musim kawin
- Bervariasi tergantung lokasi, seringkali saat ketersediaan makanan melimpah. Di Indonesia, dapat berbiak sepanjang tahun dengan puncaknya dari Mei hingga September.
- Kebiasaan bersarang
- Membangun sarang yang rapuh dari ranting-ranting kecil, dilapisi rumput dan dedaunan, biasanya di puncak pohon tinggi atau semak belukar yang lebat. Kedua induk berpartisipasi dalam pembangunan sarang.
- Jumlah telur
- Mengeram 3-5 telur, kadang-kadang 2 atau 6.
- Deskripsi telur
- Telur berwarna putih kusam atau krem, seringkali dengan bercak merah kecoklatan atau ungu pucat.
- Masa inkubasi
- Sekitar 28-32 hari, dilakukan sebagian besar oleh betina.
- Masa terbang
- Anak burung meninggalkan sarang (fledge) dalam waktu 30-35 hari setelah menetas. Mereka tetap bergantung pada induk selama beberapa minggu setelahnya.
- Perawatan orang tua
- Kedua induk merawat anak. Betina mengerami telur dan menghangatkan anak, sedangkan jantan menyediakan sebagian besar makanan. Setelah menetas, kedua induk bergiliran mencari makan untuk anak-anaknya.
Di mana ditemukan
Lahan Pertanian Terbuka
Sering terlihat di area pertanian dengan ladang terbuka, sawah, atau kebun. Perhatikan di atas area terbuka di mana tikus atau serangga mungkin bersembunyi.
Padang Rumput dan Savana
Carilah di padang rumput atau area savana yang luas, terutama di tempat vegetasi tidak terlalu tinggi. Mereka mungkin terlihat di tiang listrik atau pohon mati sebagai tenggeran.
Pinggir Jalan atau Area Pembangunan
Kadang-kadang beradaptasi dengan area yang terganggu oleh manusia, seperti pinggir jalan, area konstruksi, atau lahan kosong yang baru dibersihkan untuk berburu hewan pengerat.
Tips lapangan
- Perhatikan Terbang Hovering. Jika Anda melihat raptor yang melayang di tempat di udara, hampir tidak bergerak meskipun angin bertiup, kemungkinan besar itu adalah Elang Tikus. Ini adalah perilaku berburu yang sangat khas.
- Cari Tempat Bertengger. Mereka sering bertengger di puncak pohon yang tinggi, tiang telepon, atau kabel listrik di area terbuka saat tidak berburu. Gunakan teropong untuk memeriksa siluet dan bercak bahu.
- Perhatikan Perilaku Berburu. Saksikan bagaimana mereka menukik tiba-tiba dari penerbangan hovering untuk menangkap mangsa di tanah. Ini adalah pertunjukan yang menarik dan membantu konfirmasi identifikasi.
Spesies serupa
Elang Hitam (Black Kite)
Milvus migrans
Elang Hitam jauh lebih besar, berwarna cokelat gelap secara keseluruhan, memiliki ekor bercabang yang jelas, dan tidak memiliki bercak bahu hitam khas. Gaya terbangnya lebih sering meluncur tanpa hovering.
Alap-alap Kawah (Peregrine Falcon)
Falco peregrinus
Meskipun juga pemangsa, Alap-alap Kawah memiliki tubuh yang lebih kekar, 'kumis' hitam mencolok di wajah, dan cenderung berburu dengan menukik cepat dari ketinggian, bukan dengan hovering berkepanjangan seperti Elang Tikus. Warna bulunya juga gelap di punggung dan bergaris-garis di bawah.
Elang Bondol (Brahminy Kite)
Haliastur indus
Elang Bondol memiliki kepala dan dada putih bersih dengan sisa bulu berwarna cokelat kemerahan gelap, sangat berbeda dengan Elang Tikus yang keabu-abuan dan putih dengan bahu hitam. Elang Bondol juga cenderung sering ditemukan di dekat perairan dan sering mencari ikan.
Fakta singkat
- Gaya Berburu:
- Hovering (melayang di tempat)
- Mangsa Utama:
- Tikus dan hewan pengerat kecil lainnya
- Warna Mata Khas:
- Merah cerah pada dewasa
- Ciri Bulu Unik:
- Bercak hitam di bahu
- Distribusi Global:
- Afrika, Eropa, Asia, Australia
Fakta menarik
- Nama 'Elang Tikus' berasal dari makanannya yang sebagian besar terdiri dari tikus dan hewan pengerat kecil lainnya.
- Kemampuan hovering mereka sangat efisien dan memungkinkan mereka untuk tetap siaga di atas mangsa bahkan dalam kondisi angin yang kuat.
- Di beberapa budaya, kemunculan hewan pengerat yang melimpah sering diikuti oleh peningkatan populasi Elang Tikus, menunjukkan peran ekologis mereka sebagai pengendali hama alami.
- Elang Tikus adalah salah satu dari sedikit raptor yang menunjukkan perilaku hovering secara teratur, membuatnya mudah dikenali di lapangan.
Klasifikasi ilmiah
- Kerajaan
- Animalia
- Filum
- Chordata
- Kelas
- Aves
- Ordo
- Accipitriformes
- Famili
- Accipitridae
- Genus
- Elanus
- Spesies
- Elanus caeruleus
Jelajahi Elang Tikus
Identifikasi burung di mana saja
Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto & suara, database spesies lengkap, dan daftar pribadi Anda.
