Birdby LogoBirdby

Jalak Bali

Critically Endangered (CR)

Leucopsar rothschildi

Melihat burung? Identifikasi seketika dengan aplikasi Birdby

Buka aplikasi

Tentang

Jalak Bali adalah burung pengicau berukuran sedang yang endemik di Pulau Bali, Indonesia. Dikenal dengan bulunya yang didominasi warna putih bersih, jambul yang khas, dan area kulit biru tanpa bulu di sekitar mata. Burung ini merupakan salah satu spesies paling terancam punah di dunia dan menjadi simbol kebanggaan konservasi Indonesia.

Ukuran dan masa hidup

Panjang
25 cm
Bentang sayap
Tidak ada data spesifik yang tersedia secara luas, namun diperkirakan sekitar 35-40 cm
Berat
70-115 g
Masa hidup
Sekitar 10-15 tahun di alam liar, hingga 25 tahun di penangkaran
Makanan
Omnivora

Ciri fisik

Bulu
Sebagian besar bulu berwarna putih bersih, dengan ujung sayap dan ekor berwarna hitam kontras. Jambul panjang berwarna putih yang dapat ditegakkan.
Bentuk paruh
Paruh runcing, kuat, berwarna abu-abu kehitaman dengan ujung kuning kecoklatan.
Warna mata
Mata berwarna coklat gelap, dikelilingi oleh area kulit tanpa bulu berwarna biru cerah.
Warna kaki
Kaki berwarna abu-abu kebiruan.
Ciri pembeda
Kombinasi bulu putih bersih, jambul putih, ujung sayap dan ekor hitam, serta kulit biru di sekitar mata adalah ciri khas yang tidak dimiliki oleh spesies lain. Jambulnya dapat ditegakkan saat bersemangat atau terancam.
Penampilan muda
Burung muda memiliki bulu putih yang kurang bersih, seringkali dengan sedikit bintik abu-abu atau coklat. Jambulnya lebih pendek dan belum sepenuhnya terbentuk. Area kulit di sekitar mata berwarna biru kusam atau abu-abu, belum secerah burung dewasa.
Perubahan musiman
Tidak ada perubahan bulu musiman yang signifikan. Penampilan tetap konsisten sepanjang tahun.
Dimorfisme seksual
Jantan dan betina memiliki penampilan yang sangat mirip. Jantan mungkin sedikit lebih besar dan memiliki jambul yang sedikit lebih panjang dan tegak, tetapi perbedaan ini sangat halus dan sulit dibedakan di lapangan.

Cara identifikasi

  1. 1

    Warna Bulu

    Cari burung dengan bulu putih bersih di seluruh tubuh, kecuali ujung sayap dan ekor yang berwarna hitam pekat.

  2. 2

    Jambul

    Perhatikan jambul panjang berwarna putih di kepala yang dapat ditegakkan. Ini adalah ciri khas yang sangat mencolok.

  3. 3

    Kulit Mata Biru

    Amati area kulit tanpa bulu di sekitar mata yang berwarna biru cerah. Ini adalah penanda identifikasi yang sangat jelas.

  4. 4

    Suara

    Dengarkan nyanyiannya yang merdu dan bervariasi, serta panggilan 'chrrrt' yang khas. Suara mereka cukup unik di habitatnya.

  5. 5

    Perilaku

    Cari mereka di pohon-pohon tinggi atau semak belukar, seringkali berpasangan atau dalam kelompok kecil. Mereka cukup aktif dan vokal.

Habitat dan persebaran

Bioma
Hutan dataran rendah, hutan savana, hutan bakau, dan area semak belukar.
Persebaran geografis
Endemik di Pulau Bali, Indonesia. Secara historis terbatas di bagian barat laut Bali, terutama di dalam dan sekitar Taman Nasional Bali Barat (TNBB).
Rentang ketinggian
Umumnya ditemukan di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut.
Lingkungan yang disukai
Menyukai habitat dengan pohon-pohon tinggi untuk bertengger dan bersarang, serta semak belukar untuk mencari makan. Sering ditemukan di dekat sumber air.

Perilaku

Waktu aktivitas
Diurnal (aktif di siang hari).
Kebiasaan makan
Mencari makan di tanah dan di antara dedaunan pohon. Makan berbagai jenis serangga (jangkrik, belalang, ulat), buah-buahan (terutama buah ara), biji-bijian, dan terkadang nektar. Mereka juga diketahui memakan reptil kecil atau kadal.
Perilaku sosial
Biasanya terlihat berpasangan atau dalam kelompok kecil. Di luar musim kawin, mereka dapat berkumpul dalam kelompok yang lebih besar di tempat bertengger komunal. Mereka adalah burung yang cukup vokal dan interaktif.
Pola terbang
Terbang lurus dan kuat dengan kepakan sayap yang cepat. Sering terbang di antara kanopi pohon atau melintasi area terbuka.
Pola migrasi
Residen, tidak bermigrasi. Tetap berada di wilayah jelajahnya sepanjang tahun.
Teritorialitas
Pasangan yang sedang berbiak akan mempertahankan wilayah sarangnya, terutama dari pasangan lain atau predator. Namun, di luar musim kawin, mereka bisa lebih toleran terhadap kehadiran Jalak Bali lain.

Kicauan dan suara

Kicauan
Nyanyian Jalak Bali adalah serangkaian siulan yang bervariasi, kicauan yang merdu, dan suara 'creaking' yang khas. Seringkali diulang-ulang dan dapat terdengar cukup jauh.
Panggilan
Panggilan alarm berupa suara 'chrrrt' yang keras dan serak. Panggilan kontak berupa siulan lembut atau 'cuit' pendek. Mereka juga memiliki berbagai suara 'chattering' saat berinteraksi.
Kapan bersuara
Paling vokal di pagi hari dan sore hari, terutama selama musim kawin untuk menarik pasangan dan mempertahankan wilayah.

Reproduksi

Musim kawin
Musim kawin biasanya terjadi selama musim hujan, sekitar bulan Oktober hingga Maret, meskipun dapat bervariasi tergantung ketersediaan makanan dan kondisi lingkungan.
Kebiasaan bersarang
Bersarang di lubang pohon alami atau lubang bekas sarang burung pelatuk. Mereka juga dapat menggunakan kotak sarang buatan yang disediakan dalam program konservasi. Sarang dilapisi dengan ranting kecil, daun, dan serat tumbuhan.
Jumlah telur
Biasanya 2-3 telur per sarang.
Deskripsi telur
Telur berwarna biru kehijauan pucat, tanpa bintik. Berbentuk oval.
Masa inkubasi
Sekitar 12-16 hari.
Masa terbang
Anak burung meninggalkan sarang (fledge) sekitar 20-24 hari setelah menetas.
Perawatan orang tua
Kedua induk berpartisipasi dalam pengeraman telur dan memberi makan anak burung. Mereka sangat protektif terhadap sarang dan anak-anaknya.

Di mana ditemukan

Taman Nasional

Taman Nasional Bali Barat (TNBB) adalah satu-satunya tempat di mana Jalak Bali dapat ditemukan di alam liar. Program konservasi dan pelepasliaran terpusat di sini.

Pusat Konservasi

Beberapa pusat penangkaran dan konservasi di Bali dan di luar Bali juga memiliki Jalak Bali, seperti Bali Safari and Marine Park atau kebun binatang yang berpartisipasi dalam program pengembangbiakan.

Pulau Kecil

Beberapa pulau kecil di sekitar Bali, seperti Nusa Penida, telah menjadi lokasi pelepasliaran Jalak Bali sebagai bagian dari upaya konservasi untuk menciptakan populasi satelit yang aman.

Tips lapangan

  1. Waktu Terbaik. Pagi hari (setelah matahari terbit) dan sore hari (menjelang matahari terbenam) adalah waktu terbaik untuk mengamati Jalak Bali karena mereka paling aktif mencari makan dan bersuara.
  2. Gunakan Pemandu Lokal. Di Taman Nasional Bali Barat, sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal yang berpengalaman. Mereka tahu lokasi terbaik dan perilaku burung.
  3. Kesabaran dan Keheningan. Jalak Bali adalah burung yang pemalu dan sensitif. Tetap tenang dan sabar, hindari gerakan tiba-tiba atau suara keras.
  4. Perlengkapan. Bawa teropong atau kamera dengan lensa telefoto untuk pengamatan yang lebih baik tanpa mengganggu burung.
  5. Dukung Konservasi. Kunjungan Anda ke TNBB atau pusat konservasi secara tidak langsung mendukung upaya pelestarian spesies ini.

Spesies serupa

Jalak Suren

Gracupica contra

Jalak Suren memiliki bulu hitam dan putih yang kontras, tetapi polanya sangat berbeda. Jalak Suren memiliki mahkota hitam, bercak putih di pipi, dan garis putih di sayap. Jalak Bali sepenuhnya putih dengan ujung sayap dan ekor hitam, serta kulit biru di sekitar mata.

Jalak Putih

Sturnus melanopterus

Jalak Putih juga memiliki bulu putih, tetapi tidak memiliki jambul yang menonjol seperti Jalak Bali. Ujung sayap dan ekor Jalak Putih juga hitam, namun area kulit di sekitar mata Jalak Putih berwarna kuning atau oranye, bukan biru cerah.

Fakta singkat

Status Konservasi:
Critically Endangered (Sangat Terancam Punah)
Endemik:
Hanya ditemukan di Pulau Bali, Indonesia
Ciri Khas:
Bulu putih bersih, jambul putih, kulit biru di sekitar mata
Diet Utama:
Serangga dan buah-buahan
Simbol:
Fauna identitas Provinsi Bali

Fakta menarik

  • Jalak Bali pertama kali dideskripsikan secara ilmiah pada tahun 1912 oleh Walter Rothschild.
  • Burung ini adalah satu-satunya spesies burung endemik di Bali dan merupakan salah satu burung paling langka di dunia.
  • Upaya konservasi Jalak Bali melibatkan program penangkaran yang ekstensif dan pelepasliaran kembali ke alam liar, seringkali dengan partisipasi masyarakat lokal.
  • Jalak Bali menjadi fauna identitas Provinsi Bali dan sering digambarkan dalam seni dan budaya Bali.
  • Meskipun statusnya sangat terancam punah, populasi di alam liar perlahan meningkat berkat upaya konservasi yang gigih, meskipun masih sangat rentan terhadap perburuan liar.

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan
Animalia
Filum
Chordata
Kelas
Aves
Ordo
Passeriformes
Famili
Sturnidae
Genus
Leucopsar
Spesies
Leucopsar rothschildi

Jelajahi Jalak Bali

Identifikasi burung di mana saja

Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto & suara, database spesies lengkap, dan daftar pribadi Anda.

Buka di aplikasi