Birdby LogoBirdby

Gelatik Jawa

Endangered (Terancam Punah)

Padda oryzivora

Melihat burung? Identifikasi seketika dengan aplikasi Birdby

Buka aplikasi

Tentang

Gelatik Jawa, juga dikenal sebagai Java Sparrow, adalah burung pipit kecil yang khas dengan warna bulu yang mencolok dan paruh merah tebal. Burung ini berasal dari Indonesia, khususnya Jawa dan Bali, namun telah diperkenalkan secara luas ke berbagai belahan dunia. Dikenal karena kebiasaannya memakan biji-bijian, terutama padi, yang membuatnya kadang dianggap hama di daerah pertanian. Meskipun populer sebagai burung peliharaan, populasi liarnya telah mengalami penurunan signifikan.

Ukuran dan masa hidup

Panjang
13-17 cm
Bentang sayap
20-22 cm
Berat
20-25 g
Masa hidup
5-7 tahun di alam liar, hingga 10 tahun di penangkaran
Makanan
Granivora (pemakan biji-bijian), terutama padi, jagung, dan biji rumput lainnya.

Ciri fisik

Bulu
Dewasa memiliki kepala hitam legam dengan pipi putih mencolok. Punggung dan sayap berwarna abu-abu kebiruan, perut merah muda kecoklatan, dan ekor hitam. Bagian bawah ekor berwarna putih. Terdapat cincin mata merah yang jelas.
Bentuk paruh
Paruh sangat tebal dan berbentuk kerucut, berwarna merah cerah dengan ujung putih.
Warna mata
Coklat kemerahan, dikelilingi oleh cincin mata merah cerah.
Warna kaki
Kaki dan jari-jari kaki berwarna merah muda.
Ciri pembeda
Kombinasi kepala hitam, pipi putih, punggung abu-abu, perut merah muda, dan paruh merah tebal adalah ciri khas yang sangat mudah dikenali.
Penampilan muda
Burung muda memiliki warna yang lebih kusam. Kepala abu-abu kecoklatan tanpa pipi putih yang jelas, punggung abu-abu kecoklatan, dan perut lebih pucat. Paruh berwarna abu-abu kehitaman dengan sedikit warna merah muda di pangkalnya, dan cincin mata belum terbentuk atau sangat samar.
Perubahan musiman
Tidak ada perubahan bulu musiman yang signifikan pada Gelatik Jawa.
Dimorfisme seksual
Jantan dan betina memiliki penampilan yang sangat mirip. Perbedaan yang sangat halus mungkin terlihat pada jantan yang memiliki paruh sedikit lebih besar dan lebih cerah, serta cincin mata yang lebih tebal, namun ini sulit dibedakan di lapangan.

Cara identifikasi

  1. 1

    Kepala dan Pipi

    Cari kepala hitam legam dengan bercak pipi putih yang sangat kontras dan jelas.

  2. 2

    Warna Tubuh

    Perhatikan punggung abu-abu kebiruan dan perut merah muda kecoklatan.

  3. 3

    Paruh

    Identifikasi paruh yang sangat tebal, berbentuk kerucut, dan berwarna merah cerah dengan ujung putih.

  4. 4

    Cincin Mata

    Cari cincin mata berwarna merah cerah yang mengelilingi mata coklat kemerahan.

  5. 5

    Perilaku

    Sering terlihat dalam kelompok besar di lahan pertanian atau area berumput, mencari makan di tanah.

Habitat dan persebaran

Bioma
Padang rumput, lahan pertanian, daerah perkotaan dan pinggiran kota, hutan terbuka, perkebunan.
Persebaran geografis
Asli di Jawa dan Bali, Indonesia. Diperkenalkan dan membentuk populasi liar di banyak negara tropis dan subtropis lainnya, termasuk sebagian Asia Tenggara, Afrika, Amerika Utara (Florida, Hawaii), dan Karibia.
Rentang ketinggian
Umumnya ditemukan di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.
Lingkungan yang disukai
Sangat menyukai habitat yang dekat dengan sumber air dan ketersediaan biji-bijian, terutama sawah padi, ladang jagung, taman, dan kebun.

Perilaku

Waktu aktivitas
Diurnal (aktif di siang hari).
Kebiasaan makan
Mencari makan di tanah atau di antara tanaman biji-bijian. Mereka sering terlihat memakan biji padi langsung dari tangkainya. Juga memakan biji rumput, serangga kecil, dan buah-buahan lunak.
Perilaku sosial
Sangat sosial, sering terlihat dalam kelompok kecil hingga kawanan besar, terutama saat mencari makan dan bertengger. Mereka membentuk koloni saat bersarang.
Pola terbang
Terbang cepat dan langsung, seringkali dalam kelompok besar. Kepakan sayap yang cepat dan terkoordinasi.
Pola migrasi
Non-migran; burung penetap di seluruh wilayah jelajahnya.
Teritorialitas
Tidak terlalu teritorial di luar musim kawin. Selama musim kawin, pasangan akan mempertahankan area sarang mereka, tetapi koloni sarang seringkali berdekatan.

Kicauan dan suara

Kicauan
Nyanyian jantan adalah serangkaian kicauan dan siulan yang lembut, berulang, dan agak monoton, seringkali diakhiri dengan suara 'chrrrp' atau 'trrrrt'. Tidak terlalu kompleks.
Panggilan
Panggilan umum adalah 'chip' atau 'tchip' yang tajam dan berulang. Juga mengeluarkan suara 'chrrrp' atau 'trrrrt' saat terbang atau dalam kelompok.
Kapan bersuara
Paling vokal di pagi hari dan sore hari, terutama saat mencari makan atau berinteraksi dalam kelompok.

Reproduksi

Musim kawin
Bervariasi tergantung lokasi, tetapi umumnya selama musim hujan atau saat ketersediaan makanan melimpah. Di Indonesia, bisa sepanjang tahun dengan puncak pada bulan-bulan tertentu.
Kebiasaan bersarang
Membangun sarang berbentuk bola atau kubah yang longgar dari rumput, ranting kecil, dan serat tanaman. Sarang seringkali ditempatkan di lubang pohon, celah bangunan, atau di antara dedaunan lebat. Mereka sering bersarang secara kolonial.
Jumlah telur
3-8 telur, rata-rata 4-6 telur.
Deskripsi telur
Telur berwarna putih bersih atau sedikit kebiruan, tanpa bintik. Berbentuk oval.
Masa inkubasi
Sekitar 13-14 hari, dierami oleh kedua induk.
Masa terbang
Anak burung meninggalkan sarang sekitar 21-24 hari setelah menetas.
Perawatan orang tua
Kedua induk berbagi tugas mengerami telur dan memberi makan anak-anak burung.

Di mana ditemukan

Sawah Padi

Tempat terbaik untuk melihat Gelatik Jawa, terutama saat padi mulai berbulir.

Ladang Jagung

Juga sering ditemukan di ladang jagung dan tanaman biji-bijian lainnya.

Taman dan Kebun

Di daerah perkotaan atau pinggiran kota, mereka dapat ditemukan di taman dan kebun yang memiliki sumber makanan.

Area Perkotaan

Di kota-kota besar di Jawa dan Bali, mereka dapat ditemukan di area hijau atau dekat pasar burung.

Tips lapangan

  1. Waktu Terbaik. Cari di pagi hari atau sore hari saat mereka paling aktif mencari makan.
  2. Perhatikan Kawanan. Mereka adalah burung sosial, jadi cari kawanan yang bergerak bersama di lahan terbuka.
  3. Dengarkan Panggilan. Panggilan 'chip' yang tajam dapat membantu melokalisasi keberadaan mereka.
  4. Gunakan Teropong. Meskipun cukup mencolok, teropong akan membantu mengamati detail bulu dan paruh mereka.

Spesies serupa

Pipit Bondol Jawa

Lonchura leucogastroides

Pipit Bondol Jawa memiliki ukuran lebih kecil, warna bulu lebih coklat, tanpa pipi putih mencolok, dan paruh berwarna abu-abu kebiruan, bukan merah cerah.

Pipit Bondol Peking

Lonchura punctulata

Pipit Bondol Peking memiliki warna bulu coklat dengan sisik-sisik di bagian bawah tubuh, tanpa kepala hitam dan pipi putih. Paruhnya juga lebih kecil dan berwarna abu-abu.

Fakta singkat

Nama Ilmiah:
Padda oryzivora
Status Konservasi:
Terancam Punah (Endangered)
Habitat Utama:
Sawah, ladang, daerah perkotaan
Diet:
Biji-bijian (terutama padi)
Perilaku Sosial:
Sangat sosial, hidup berkelompok

Fakta menarik

  • Gelatik Jawa adalah salah satu burung peliharaan paling populer di dunia, yang ironisnya berkontribusi pada penurunan populasi liarnya karena penangkapan berlebihan.
  • Nama 'oryzivora' berasal dari bahasa Latin, 'oryza' berarti padi dan 'vorare' berarti melahap, merujuk pada kebiasaan makannya.
  • Meskipun berasal dari Indonesia, populasi terbesar Gelatik Jawa saat ini mungkin berada di luar habitat aslinya karena introduksi.
  • Burung ini memiliki paruh yang sangat kuat dan tebal, ideal untuk memecah biji-bijian keras.

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan
Animalia
Filum
Chordata
Kelas
Aves
Ordo
Passeriformes
Famili
Estrildidae
Genus
Padda
Spesies
Padda oryzivora

Jelajahi Gelatik Jawa

Identifikasi burung di mana saja

Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto & suara, database spesies lengkap, dan daftar pribadi Anda.

Buka di aplikasi