Melihat burung? Identifikasi seketika dengan aplikasi Birdby
Buka aplikasiTentang
Malkoha Paruh Kecil adalah spesies burung cuckoo non-parasit yang ditemukan di sebagian besar wilayah India selatan dan Sri Lanka. Burung ini memiliki penampilan yang mencolok dengan warna bulu dominan abu-abu gelap kebiruan dan bercak hijau cerah di sekitar mata yang telanjang. Mereka adalah burung pemalu dan cenderung tetap tersembunyi di rimbunnya vegetasi, meskipun vokalisasi mereka dapat membantu dalam identifikasi. Berbeda dengan banyak cuckoo lainnya, malkoha ini membangun sarangnya sendiri dan membesarkan anak-anaknya.
Ukuran dan masa hidup
- Panjang
- 39-41 cm
- Bentang sayap
- Sekitar 45-50 cm
- Berat
- 80-120 gram
- Masa hidup
- Diperkirakan 5-10 tahun di alam liar
- Makanan
- Terutama serangga besar seperti belalang, jangkrik, ngengat, ulat berbulu, dan laba-laba. Juga memakan kadal kecil, buah-buahan, dan beri sesekali.
Ciri fisik
- Bulu
- Dewasa memiliki bulu berwarna abu-abu gelap kebiruan mengilap di bagian atas, sayap, dan ekor. Bagian bawah berwarna abu-abu lebih terang. Ekor panjang dengan ujung putih yang terlihat jelas. Tidak ada perbedaan mencolok antara bulu jantan dan betina.
- Bentuk paruh
- Paruh berwarna hijau terang hingga kuning kehijauan dengan ujung melengkung, relatif kecil dan ramping dibandingkan malkoha lain.
- Warna mata
- Iris mata berwarna coklat kemerahan, dikelilingi oleh kulit tanpa bulu berwarna hijau limau yang sangat mencolok.
- Warna kaki
- Kaki berwarna abu-abu gelap hingga kehitaman.
- Ciri pembeda
- Kulit orbital hijau cerah yang menonjol adalah ciri khas utama. Paruh hijau terang, relatif kecil, dan ujung ekor putih yang terlihat saat terbang atau hinggap.
- Penampilan muda
- Burung muda memiliki bulu yang lebih kusam, seringkali lebih kecoklatan atau keabu-abuan, dan kulit orbital hijau mungkin belum secerah atau sebesar pada burung dewasa. Ujung putih pada bulu ekor mungkin kurang jelas.
- Perubahan musiman
- Tidak ada perubahan musiman yang signifikan pada bulu.
- Dimorfisme seksual
- Tidak ada dimorfisme seksual yang jelas dalam hal bulu atau ukuran. Jantan dan betina terlihat serupa.
Cara identifikasi
- 1
Kulit Orbital Hijau Cerah
Ciri paling khas adalah bercak kulit tanpa bulu berwarna hijau limau yang mencolok di sekitar mata. Ini adalah penanda lapangan yang sangat baik.
- 2
Paruh Hijau Relatif Kecil
Perhatikan paruhnya yang berwarna hijau terang dan relatif lebih kecil serta ramping dibandingkan malkoha lain.
- 3
Warna Bulu Abu-abu Gelap
Tubuh berwarna abu-abu gelap kebiruan mengilap, terutama di bagian punggung dan sayap.
- 4
Ujung Ekor Putih
Ekor panjang dengan ujung putih yang kontras, terlihat saat terbang atau ketika burung hinggap dengan ekor terangkat.
- 5
Vokalisasi Khas
Dengarkan seruan 'kraa-kraa-kraa' atau 'kock-kock-kock' yang keras dan berulang, seringkali merupakan cara pertama untuk mendeteksi keberadaan burung ini.
Habitat dan persebaran
- Bioma
- Hutan kering, hutan semak belukar, hutan gugur, lahan pertanian dengan pohon-pohon, kebun, dan semak-semak lebat.
- Persebaran geografis
- India selatan (terutama di bagian selatan Ghats Barat dan Ghats Timur) dan Sri Lanka.
- Rentang ketinggian
- Umumnya ditemukan dari dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.
- Lingkungan yang disukai
- Lebih suka area dengan vegetasi lebat dan semak-semak yang menyediakan penutup, meskipun juga terlihat di pinggir hutan dan kebun.
Perilaku
- Waktu aktivitas
- Diurnal, paling aktif di pagi dan sore hari.
- Kebiasaan makan
- Mencari makan dengan bergerak perlahan dan hati-hati melalui dedaunan lebat dan semak-semak. Mereka sering menguntit serangga dari dahan atau semak. Terkadang mengikuti kawanan burung pencari makan campuran.
- Perilaku sosial
- Umumnya terlihat sendiri atau berpasangan. Kadang-kadang bergabung dengan kawanan burung campuran untuk mencari makan.
- Pola terbang
- Terbang biasanya dengan kepakan sayap yang kuat diikuti dengan meluncur. Penerbangan seringkali pendek, dari satu semak ke semak lain, dan seringkali enggan terbang jarak jauh di tempat terbuka.
- Pola migrasi
- Non-migran; dianggap sebagai penghuni tetap di seluruh jangkauannya.
- Teritorialitas
- Diperkirakan teritorial, terutama selama musim kawin, meskipun informasi spesifik tentang ukuran dan perilaku teritorialnya masih terbatas.
Kicauan dan suara
- Kicauan
- Tidak memiliki nyanyian yang kompleks. Vokalisasinya biasanya berupa seruan berulang dan berirama.
- Panggilan
- Seruan utamanya adalah serangkaian 'kraa-kraa-kraa' yang keras dan berulang dengan nada menurun, atau 'kock-kock-kock'. Juga menghasilkan suara 'kwah-kwah' yang kasar atau 'kik-kik-kik' yang lebih cepat. Vokalisasi seringkali keras dan resonan, dapat didengar dari jarak jauh.
- Kapan bersuara
- Paling vokal saat fajar dan senja, serta saat merasa terganggu atau berkomunikasi dengan pasangannya, terutama selama musim kawin.
Reproduksi
- Musim kawin
- Musim kawin bervariasi secara geografis, tetapi umumnya terjadi antara bulan Maret hingga September di India dan sekitar Januari hingga Juli di Sri Lanka, bertepatan dengan musim hujan.
- Kebiasaan bersarang
- Membangun sarang sendiri, tidak seperti banyak spesies cuckoo lainnya. Sarang berbentuk cawan dangkal yang terbuat dari ranting, daun, dan akar, biasanya diletakkan di semak berduri atau pohon kecil pada ketinggian rendah hingga menengah.
- Jumlah telur
- Biasanya 2-4 telur per sarang.
- Deskripsi telur
- Telur biasanya 2-4 butir, berwarna putih kusam hingga krem dengan sedikit kilau.
- Masa inkubasi
- Sekitar 13-14 hari.
- Masa terbang
- Anakan meninggalkan sarang sekitar 10-12 hari setelah menetas, meskipun masih bergantung pada induknya selama beberapa waktu.
- Perawatan orang tua
- Kedua induk berpartisipasi dalam pengeraman telur dan memberi makan anak-anak. Mereka sangat melindungi sarang dan anak-anaknya.
Di mana ditemukan
Hutan Kering dan Semak Belukar
Carilah di area berhutan kering, semak belukar lebat, dan vegetasi tebal di dataran rendah hingga kaki bukit.
Kebun dan Lahan Pertanian
Juga dapat ditemukan di kebun yang rimbun dan lahan pertanian dengan pepohonan atau semak-semak yang cukup untuk tempat berlindung.
Tips lapangan
- Dengarkan Vokalisasinya. Malkoha Paruh Kecil seringkali lebih mudah didengar daripada dilihat. Pelajari seruan khasnya dan gunakan untuk melacak lokasinya. Mereka cenderung tetap tersembunyi di dalam vegetasi lebat.
- Periksa Vegetasi Padat. Fokuskan pencarian di area dengan semak-semak tebal, belukar, atau kanopi pohon yang rapat. Mereka bergerak perlahan dan hati-hati di antara dedaunan.
- Bersabar dan Diam. Burung ini pemalu dan mudah terganggu. Kesabaran dan keheningan sangat penting untuk mendapatkan penampakan yang baik.
- Perhatikan Gerakan Lambat. Mereka bergerak dengan cara yang metodis dan seringkali lambat saat mencari makan, memungkinkan waktu untuk mengamati jika Anda cukup teliti.
Spesies serupa
Malkoha Dada Hijau
Phaenicophaeus tristis
Malkoha Dada Hijau (Large Green-billed Malkoha) memiliki ukuran yang lebih besar (hingga 50 cm), paruh lebih besar berwarna hijau kebiruan, dan tidak memiliki bercak kulit telanjang hijau cerah di sekitar mata seperti Malkoha Paruh Kecil. Bulunya juga cenderung lebih kebiruan kehijauan secara keseluruhan.
Malkoha Muka Merah
Phaenicophaeus pyrrhocephalus
Malkoha Muka Merah (Red-faced Malkoha) memiliki warna muka merah yang sangat mencolok, paruh yang lebih besar dan berwarna hijau dengan ujung merah. Spesies ini endemik Sri Lanka dan jauh lebih terancam, serta memiliki jangkauan yang sangat terbatas. Sangat mudah dibedakan dari Malkoha Paruh Kecil karena warna mukanya.
Fakta singkat
- Status Konservasi:
- Risiko Rendah
- Diet Utama:
- Serangga besar
- Membangun Sarang Sendiri:
- Ya (bukan parasit)
- Ciri Paling Khas:
- Kulit orbital hijau cerah
Fakta menarik
- Malkoha Paruh Kecil termasuk dalam genus Phaenicophaeus, yang berarti 'cuckoo mengkilap' atau 'cuckoo kemerahan', merujuk pada bulu mereka yang seringkali memiliki kilau.
- Tidak seperti banyak kerabat cuckoo mereka yang bertelur di sarang burung lain (parasitisme sarang), Malkoha Paruh Kecil adalah salah satu dari sedikit cuckoo yang membangun sarang sendiri dan membesarkan anak-anaknya.
- Nama ilmiah 'viridirostris' berasal dari bahasa Latin, 'viridis' yang berarti hijau, dan 'rostrum' yang berarti paruh, secara langsung merujuk pada paruh hijau burung ini.
Klasifikasi ilmiah
- Kerajaan
- Animalia
- Filum
- Chordata
- Kelas
- Aves
- Ordo
- Cuculiformes
- Famili
- Cuculidae
- Genus
- Phaenicophaeus
- Spesies
- Phaenicophaeus viridirostris
Jelajahi Malkoha Paruh Kecil
Identifikasi burung di mana saja
Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto & suara, database spesies lengkap, dan daftar pribadi Anda.