Birdby LogoBirdby
Murai Batu (Copsychus malabaricus)

Murai Batu

Status konservasi global adalah Hampir Terancam (Near Threatened) menurut IUCN. Populasi lokal mungkin menghadapi ancaman yang lebih besar akibat penangkapan berlebihan dan hilangnya habitat, terutama di Asia Tenggara.

Copsychus malabaricus

Nampak burung? Kenal pasti serta-merta dengan aplikasi Birdby

Buka aplikasi

Tentang

Murai Batu adalah burung kicau berukuran sedang yang terkenal dengan nyanyian merdunya dan ekornya yang panjang melengkung. Ia memiliki punggung hitam berkilau, perut merah marun hingga oranye-merah, dan ciri khas pantat putih yang sangat kontras. Burung ini adalah penghuni hutan yang tertutup.

Saiz dan jangka hayat

Panjang
20-28 cm (termasuk ekor yang panjang)
Bentang sayap
28-32 cm
Berat
28-35 gram
Jangka hayat
8-12 tahun di alam liar, hingga 15 tahun di penangkaran
Pemakanan
Insektivora, memakan serangga, larva, cacing tanah, dan terkadang buah beri atau nektar.

Ciri-ciri fizikal

Bulu
Jantan dewasa memiliki bulu hitam legam berkilau di kepala, punggung, sayap, dan sebagian besar ekor. Bagian perut berwarna merah marun terang hingga oranye-merah. Tungging (pantat) berwarna putih cerah. Terdapat bercak putih kecil di bagian sayap tersembunyi yang terlihat saat terbang. Ekor yang panjang dan menjuntai merupakan ciri khas. Betina dewasa memiliki warna mirip, tetapi bagian hitamnya lebih abu-abu kehitaman, kurang berkilau, dan bagian perutnya lebih pucat (oranye kusam). Ekor betina juga lebih pendek.
Bentuk paruh
Paruh ramping, tajam, dan hitam, cocok untuk menangkap serangga.
Warna mata
Mata berwarna cokelat gelap.
Warna kaki
Kaki dan tungkai berwarna abu-abu kehitaman.
Ciri-ciri pembeza
Pantat putih yang mencolok (terutama saat nangkring atau saat terbang pendek), ekor panjang tegak atau melengkung ke atas, dan perpaduan warna hitam mengkilap dengan perut merah marun.
Rupa muda
Burung muda (juvenil) memiliki bulu atas berwarna cokelat kehitaman, dada dan perut berbintik-bintik cokelat dan kekuningan, dengan beberapa bulu putih di sayap. Pantat putih mulai terlihat, tetapi kurang kontras dibandingkan dewasa. Ekor lebih pendek dari dewasa.
Perubahan bermusim
Tidak ada perubahan bulu musiman yang signifikan. Perubahan warna mungkin terjadi seiring penuaan, di mana bulu jantan menjadi lebih berkilau.
Dimorfisme seksual
Jantan memiliki warna bulu hitam yang lebih pekat dan berkilau, perut lebih terang dan ekor lebih panjang. Betina lebih kusam atau abu-abu kehitaman di bagian atas, perut lebih pucat, dan ekor lebih pendek.

Cara mengenal pasti

  1. 1

    Warna Bulu

    Perhatikan kombinasi warna hitam mengkilap di bagian atas tubuh dan perut merah marun (jantan) atau oranye kusam (betina). Pantat putih adalah ciri kunci.

  2. 2

    Ekor

    Ekor yang sangat panjang dan seringkali tegak atau melengkung ke atas, terutama pada jantan.

  3. 3

    Suara

    Nyanyian yang kompleks, merdu, bervariasi, dan sering meniru suara burung lain adalah petunjuk yang kuat untuk identifikasi.

  4. 4

    Perilaku

    Mencari makan di tanah atau lapisan bawah hutan, dengan ekor yang bergerak-gerak saat berjalan atau melompat.

Habitat dan taburan

Biom
Hutan hujan tropis dataran rendah, hutan sekunder, hutan bambu, semak belukar yang lebat, dan perkebunan yang matang.
Taburan geografi
Asia Selatan dan Asia Tenggara. Distribusi meliputi India, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Singapura, Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali), dan Filipina.
Julat ketinggian
Umumnya ditemukan di bawah ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut, kadang-kadang hingga 1.500 meter.
Persekitaran pilihan
Lebih suka daerah berhutan lebat dengan tutupan kanopi yang baik dan semak belukar di bagian bawah. Sering ditemukan di pinggir hutan, di dekat aliran air, atau di taman dan perkebunan yang rimbun.

Tingkah laku

Masa aktif
Diurnal, paling aktif di pagi dan sore hari.
Tabiat makan
Mencari makan di lapisan bawah hutan atau di tanah, membalik dedaunan atau mencungkil tanah dengan paruhnya untuk menemukan serangga. Juga menangkap serangga di udara. Sangat aktif dan lincah.
Tingkah laku sosial
Umumnya burung soliter atau berpasangan. Sangat teritorial, terutama selama musim kawin.
Corak terbang
Penerbangan langsung, cepat, dan sering kali pendek di antara pepohonan atau semak belukar. Ekor panjangnya dapat terlihat jelas saat terbang.
Migrasi
Tidak bermigrasi secara musiman. Merupakan burung penetap lokal di seluruh jangkauan distribusinya.
Wilayah
Sangat teritorial, jantan akan mempertahankan wilayahnya dengan kicauan dan kadang-kadang dengan agresi fisik terhadap jantan lain.

Nyanyian dan panggilan

Nyanyian
Nyanyiannya sangat merdu, bervariasi, dan kompleks, terdiri dari berbagai frasa bersiul yang jernih, kuat, dan melodi. Sering meniru suara burung lain. Nyanyiannya bisa bertahan lama.
Panggilan
Panggilan peringatan biasanya berupa 'chick' atau 'tseet' yang tajam. Juga memiliki berbagai panggilan lain, termasuk panggilan kontak lembut.
Bila ia bersuara
Berkicau paling sering saat fajar dan senja, serta sepanjang hari selama musim kawin. Jantan berkicau untuk menarik pasangan dan mempertahankan wilayah.

Pembiakan

Musim membiak
Bervariasi di seluruh jangkauan, tetapi umumnya antara Maret dan Juli di sebagian besar wilayah Asia Tenggara.
Tabiat bersarang
Membangun sarang berbentuk cangkir dari daun, ranting kecil, akar, lumut, dan serat halus. Sarang biasanya tersembunyi di lubang pohon, celah di dinding batu, atau di dasar semak belukar yang lebat, pada ketinggian rendah.
Saiz kelompok telur
3-5 telur.
Penerangan telur
Telur berwarna biru kehijauan pucat hingga krem-putih, sering kali berbintik-bintik atau bercak-bercak cokelat kemerahan atau ungu.
Tempoh pengeraman
Sekitar 12-15 hari, dilakukan terutama oleh betina.
Tempoh meninggalkan sarang
Anak burung meninggalkan sarang (fledge) sekitar 12-14 hari setelah menetas.
Penjagaan ibu bapa
Kedua induk memberi makan anak burung, meskipun betina lebih banyak menghabiskan waktu di sarang. Mereka menjaga sarang dengan keras dari pemangsa.

Di mana ia ditemui

Hutan Hujan

Cari di hutan primer dan sekunder yang lebat, terutama di pinggir hutan atau di dekat aliran air.

Taman dan Perkebunan

Dapat ditemukan di taman besar atau perkebunan yang memiliki vegetasi lebat dan semak belukar yang belum diganggu.

Petua lapangan

  1. Mendengarkan Suara. Murai Batu lebih sering didengar daripada dilihat. Hafalkan nyanyiannya yang khas, dan ikuti suaranya untuk menemukannya. Mereka bernyanyi dengan keras terutama saat fajar dan senja.
  2. Kesesuaian Habitat. Fokus pada area dengan semak belukar padat dan tutupan kanopi yang baik, karena mereka cenderung bersembunyi di lapisan bawah hutan.
  3. Kesabaran. Mereka bisa sangat pemalu dan sulit didekati. Tetap tenang dan sabar, amati dari kejauhan.

Spesies serupa

Murai Hitam

Copsychus cebuensis

Murai Hitam adalah spesies endemik Filipina, jauh lebih kecil, dan seluruhnya hitam jantan dan betina, tanpa pantat putih atau perut merah marun Murai Batu.

Murai Sungai

Copsychus saularis

Murai Sungai (Oriental Magpie-robin) memiliki warna hitam dan putih yang kontras. Jantan memiliki punggung hitam dan perut putih, dengan bercak putih besar di sayap. Murai Batu memiliki perut merah marun dan pantat putih yang jelas, tanpa pola hitam putih yang dominan seperti Murai Sungai.

Murai Ekor Merah

Copsychus pyrropygus

Murai Ekor Merah (Rufous-tailed Shama) memiliki bulu hitam di kepala dan punggung, tetapi perutnya berwarna merah karat dan ekornya juga sebagian besar berwarna merah karat, bukan hitam seperti Murai Batu. Ia juga tidak memiliki pantat putih yang jelas.

Fakta pantas

Nama Populer:
Murai Batu
Spesies Peniru:
Ya, mampu meniru suara burung lain
Teritorial:
Sangat
Makanan Utama:
Serangga
Ciri Identifikasi Kunci:
Pantat putih, ekor panjang, perut merah marun

Fakta menarik

  • Murai Batu adalah salah satu burung kicau paling populer di Asia dan sering dipelihara sebagai burung peliharaan karena kemampuan bernyanyinya yang luar biasa.
  • Nama 'Shama' berasal dari bahasa Hindi yang berarti 'hitam', merujuk pada bulu gelapnya.
  • Meski sangat teritorial, Murai Batu jantan akan menggunakan nyanyiannya yang merdu untuk menarik betina, menunjukkan wilayahnya dan kualitas genetiknya.

Klasifikasi saintifik

Alam
Animalia
Filum
Chordata
Kelas
Aves
Ordo
Passeriformes
Keluarga
Muscicapidae
Genus
Copsychus
Spesies
Copsychus malabaricus

Terokai Murai Batu

Kenal pasti burung di mana sahaja

Percuma di iOS, Android dan Web. Pengenalan gambar dan suara, pangkalan data spesies lengkap dan senarai peribadi anda.

Buka dalam aplikasi